Postingan
Entri yang Diunggulkan
Sejarah MPU Bada
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
SEJARAH MPU BADA (EDISI BAHASA INDONESIA) KATA PEMBUKAAN Dukut ni dukuten, Sukut-sukuten ni sukutken. Mpungta meningkahken, jelma perpodi mengekutken Terjemahan : Rumput dirumputi, Cerita di ceritakan. Leluhur menjalani, anak cucu mengikutkan. PENDAHULUAN Seperti pepatah mengatakan, : “Pohon Salak tumbuh disemak, hidup segan mati terbuang, Sejarah Pakpak tinggal dibenak, Rugi disimpan, dibuang sayang”. Hal inilah yang mendorong sehingga aku berkeinginan untuk menuliskan apa yang ingin kukatakan. Kalaupun Kisah ini kurang berkenan dihati, setidaknya aku telah berbagi. Karena apa yang kudengar dan kuketahui, apalah artinya kalau untuk dibawa mati. Inilah sebagian kecil Sejarah Mpu Bada yang kuketahui dan kutuliskan kedalam Empat Kisah Mpu Bada, yaitu : 1.Kisah Mpu Bada dan Sienem Koden. 2.Kisah Perserakan Sienem Koden. 3.Kisah Permesawari, Boangmanalu dan Bancin. 4.Kisah Perebutan Sienem Koden dan Liang Gemuh. ...
Gagasan Substantif Reformasi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Keluarga Besar Rules Gaja.S.KoM SETIAP kali mau menulis tentang peristiwa reformasi 1998 dan melakukan semacam refleksi selalu muncul kritik dalam pikiran dan memunculkan semacam gugatan. Apa hebatnya reformasi ketika derita rakyat jelata terus terjadi? Apa hebatnya reformasi ketika demokrasi masih terus dinodai? Apa hebatnya reformasi ketika hak asasi terus dikebiri dan pelanggarnya tak pernah diadili? Apa hebatnya reformasi ketika korupsi terus mewarmai negeri? Lalu, layakah reformasi dijadikan pijakan untuk refleksi Setidaknya pertanyaan - pertanyaan itu menggelitik nalar dan nurani ini. Namun momentum setiap tahun selalu menggugah ribuan bahkan mungkin jutaan anak negeri untuk melakukan semacam kontemplasi. Pertanyaan dan gugatan diatas bagi aktivis yang masih merawat nurani dan akal sehatnya tak ada jawaban yang memuaskan dari setiap rezim, dari rezim Habibie sampai Jokowi. Tak ubahnya hanya berganti rezim. Berganti topeng tapi tubuh politiknya masih sama. Ya, meminjam perspektif ...
Tapak Ir. H. Joko Widodo dan Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tapak Ir. H. Joko Widodo dan Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul Oleh: H. Albiner Sitompul, S.IP, M.AP SECARA lahiriah, sosok Ir. H. Joko Widodo dengan Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul adalah pemimpin yang dipilih oleh rakyat, yang sama-sama mempunyai karismatik, namun berbeda status sosialnya dan sama-sama zuhud terhadap kebendaan dunia, fokus memikirkan kepentingan nasional. Perbedaannya, mereka dalam dua masa yang berbeda. Ir. H. Joko Widodo pada masa Indonesia Merdeka, Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul pada masa Pemerintahan Hindia-Belanda. Kedua sosok ini, sama-sama melakukan kebijakan yang mempengaruhi dunia internasional, pada masa yang berbeda pula. Penulis pernah merasakan kepemimpinan Presiden Joko Widodo pada saat menjabat Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Kepresidenan (Karo Pers) dan mengamati kebijakannya sampai saat ini, mengutamakan kepentingan persatuan bangsa Indonesia. Kepemimpinan Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul dirasakan oleh penulis dari...